2026全球祭孔丨印尼宗教部长出席第五届东盟—中国儒学峰会暨孔诞纪念活动

栏目:2026年度全球祭孔
发布时间:2026-10-18 14:08:17
标签:

2026全球祭孔丨印尼宗教部长出席第五届东盟—中国儒学峰会暨孔诞纪念活动

作者:Reni Amalia Mustika(编辑、摄影)

来源:印尼宗教部儒教指导与教育中心

时间:孔子二五七七年岁次丙午八月廿八日乙卯

   耶稣2026年10月8日

 


第五届东盟—中国孔教高峰会议合影


雅加达,印尼宗教部儒教指導與教育中心消息:为纪念孔子诞生2577年,该中心与印度尼西亚孔教总会(MATAKIN)合作,于2026年10月6日至10日在雅加达举办第五届东盟—中国儒学峰会。

 

本届论坛以“儒家文化与现代生活”为主题,为来自印度尼西亚、中国、香港及东盟各国的学者、宗教人士、知识界与文化界人士,以及儒学关注者提供对话空间。

 

讨论旨在重新审视孔子思想在技术发展、社会变迁、环境挑战及现代社会人道问题中的现实意义。

 

宗教部长Nasaruddin Umar主持峰会开幕。他在致辞中指出,当下对于宗教与现代生活的理解存在思想上的距离:“谈到宗教,我们仿佛回望过去;谈到现代生活,却仿佛要生活在一千年以后。这正是举行此类论坛的必要性。”

 

部长特别关注环境问题。他认为,宗教在形成生态意识、使之与人道价值相协同方面具有重要作用:“若维护环境的宗教意识没有在每个人心中生起,世界将面对更加沉重的问题。因此需要用宗教语言引导人类与自然友好相处。”

 

这种价值也体现在儒教传统中:儒教把人、自然与天置于相互关联的统一体中。“儒教的高尚传统强调人、自然与天的三角关系。若三者关系不和谐,人类问题就会接踵而来。”

 

部长还呼吁所有宗教领袖形成共识:保护自然不能仅仅服务于人的利益,关怀环境应成为维护生命延续的共同责任。

 

他最后表示:“我们应当像爱自己一样爱宇宙,不应只从人类中心立场出发,只重视人的利益,却忽略环境的永续。”

 

儒教指导与教育中心负责人Nurudin也出席并予以支持。这体现了持续推动宗教价值发展的承诺,使其不仅作为思想传承,也能够结合现实回应生活挑战。

 

孔子诞生2577年纪念与第五届东盟—中国儒学峰会结合举行。MATAKIN宗教人士理事会主席、总统咨询委员会儒教领域成员Budi S. Tanuwibowo出席,东盟各国、中国及香港等地约100人参加。

 

与会者学术背景多样,包括儒学、哲学、宗教研究、教育、国际关系及其他领域。

 

注:本文为AI翻译。

 

印度尼西亚语原文

 

Menteri Agama RI Hadir Membuka KTT Konfusianisme ASEAN-Tiongkok V Dalam Rangka Peringati Hari Lahir Nabi Kongzi 2577 Kongzili

 

(Jakarta) Pusbimdik Khonghucu — Dalam rangka peringati Hari Lahir Nabi Agung Kongzi ke-2577 Kongzili Pusbimdik Khonghucu Kemenag RI kerjasama dengan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Konfusianisme ASEAN-Tiongkok ke-5 di Jakarta tanggal 6 -10 Oktober 2026.

 

Mengusung tema “Budaya Konfusianisme & Kehidupan Modern”, forum tersebut menjadi ruang dialog bagi akademisi, tokoh agama, cendekiawan, budayawan, dan pemerhati Konfusianisme dari Indonesia, Tiongkok, Hong Kong, serta negara-negara ASEAN.

 

Diskusi diarahkan untuk melihat kembali relevansi pemikiran Kongzi dalam menghadapi perkembangan teknologi, perubahan sosial, tantangan lingkungan, serta berbagai persoalan kemanusiaan yang muncul dalam kehidupan masyarakat modern.

 

Menteri Agama RI, Nasarudin Umar membuka forum KTT Konfusianisme ASEAN-Tiongkok V. dalam sambutannya, ia menyampaikan adanya ketimpangan pemikiran dalam memahami agama dan kehidupan modern saat ini. “Kalau bicara agama, kita seperti menoleh ke masa lampau. Tetapi kalau bicara kehidupan modern, kita seperti akan hidup seribu tahun yang akan datang. Di sinilah perlunya forum seperti ini,” ujar Nasaruddin.

 

Ia juga memberi perhatian khusus terhadap persoalan lingkungan. Menurutnya, agama memiliki peran penting dalam membangun kesadaran ekologis yang bersinergi dengan nilai-nilai kemanusiaan. “Jika kesadaran keagamaan untuk memelihara lingkungan tidak muncul dalam hati setiap orang, maka dunia akan menghadapi persoalan yang semakin berat. Di sinilah perlunya bahasa agama untuk mengajak manusia bersahabat dengan alam,” jelasnya.

 

Nilai tersebut, salah satunya ditanam dalam tradisi Konfusianisme yang menempatkan manusia, alam, dan Tuhan dalam suatu kesatuan yang saling berkaitan. “Tradisi luhur Khonghucu sangat menekankan hubungan segitiga antara manusia, alam, dan Tuhan. Jika relasi antara manusia, alam, dan Tuhan tidak harmonis, maka problem kemanusiaan akan bermunculan,” ujarnya.

 

Menag juga mengajak seluruh tokoh agama untuk membangun kesadaran bahwa menjaga alam bukan semata-mata dilakukan demi kepentingan manusia. Kepedulian terhadap lingkungan, menurutnya, perlu ditempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan kehidupan.

 

“Kita harus mencintai alam semesta seperti mencintai diri sendiri. Jangan hanya berpikir secara antroposentris, hanya mementingkan keuntungan manusia tetapi mengabaikan kelestarian lingkungan,” tutupnya.

 

Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu (Pusbimdik Khonghucu), Nurudin, turut hadir dan memberikan dukungan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus mendorong pengembangan nilai-nilai keagamaan yang tidak hanya diwariskan sebagai pemikiran, tetapi juga dapat dikontekstualisasikan dalam menjawab tantangan kehidupan.

 

Peringatan Hari Lahir Nabi Agung Kongzi ke-2577 Kongzili yang dipadukan dengan KTT Konfusianisme ASEAN-Tiongkok V, dihadiri Xs. Budi S. Tanuwibowo - Ketua Umum Dewan Rohaniwan Matakin sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Agama Khonghucu, dan diikuti sekira seratus peserta dari berbagai negara di ASEAN, Tiongkok, dan Hongkong.

 

Para peserta berasal dari berbagai latar belakang keilmuan, mulai dari Konfusianisme, filsafat, studi agama, pendidikan, hubungan internasional, hingga bidang lainnya.**

 

责任编辑:近复

 


微信公众号

儒家网

青春儒学

民间儒行