2026全球祭孔丨印尼棉兰孔诞纪念关注包容、信众登记与宗教教育
来源:Moderat.id
时间:孔子二五七七年岁次丙午九月初四日庚申
耶稣2026年10月13日
印度尼西亚儒教宗教人士协会(PARAKHIN)于2026年10月11日星期日在棉兰举行孔子诞生2577年纪念活动。活动不仅是典礼,也借此重申德行、人道与包容,并关注信众长期面对的两项问题:人口登记与宗教教育。
PARAKHIN顾问委员会成员Hasyim表示,孔子的教诲虽已传承数千年,至今仍能指导家庭及多元社会中的和睦生活。

PARAKHIN顾问委员会成员Hasyim。
rri.co.id于10月13日星期二引述他的话:“对我们,尤其是儒教信众而言,这是持续践行自古传授的崇高价值的契机。孔子的高尚教诲至今仍十分切合现实。”
这些价值朴素却根本:尊敬父母、尊重教师与长者,不分背景地善待他人。德行不能只靠背诵,而应每日践行。
Hasyim同时指出,现实中的信众登记仍不准确。很多人在日常实践儒教教诲,但身份证上的宗教栏填写的是佛教。
他说:“我们见到许多人的身份证写的是佛教,实际上他们践行的是儒教教诲。”
他认为,这种状况是改革时代之前儒教获得承认有限的历史遗留,导致部分信众不得不在身份资料上填写佛教。
因此,他希望进行更准确的登记,使政府能够制定更有针对性的政策并提供宗教服务。
推动学校儒教教育。另一项问题是宗教教育的可及性。Hasyim呼吁政府更加积极地确保儒教学生能够在学校接受符合其信仰的宗教课程。
他说:“我们推动政府尽快采取更积极的措施,使学生,尤其是儒教学生,有机会接受宗教教育。”
他表示,完善资料与加强教育应当同步推进,使教义价值能够更好地传给年轻一代。
另一方面,Deli Serdang宗教部地方办公室负责人Saripuddin Daulay希望此次纪念能加强当地交往与包容。
他说:“我希望孔诞纪念活动,尤其是Deli Serdang儒教信众的活动,能够增进宗教群体之间的情谊与包容。”
他认为,孔子的人道教诲具有很高价值,与所有宗教群体都相关,特别有助于培育年轻一代的道德。
“孔子的教诲向我们所有人、所有宗教群体传达了崇高的人道价值。”
他强调,和谐不能只靠口号建立,而应落实为具体行动:尊重每位公民的权利,确保公平登记,并满足宗教教育权利。
注:本文为AI翻译。
印度尼西亚语原文
Hari Lahir Nabi Kongzi ke-2577 di Medan Jadi Momentum Rawat Toleransi
MEDAN – Peringatan Hari Lahir Nabi Kongzi ke-2.577 yang digelar Perkumpulan Rohaniawan Khonghucu Indonesia (PARAKHIN) di Medan, Minggu (11/10/2026), tidak hanya soal seremoni. Momentum ini dipakai untuk meneguhkan kembali nilai kebajikan, kemanusiaan, dan toleransi, sekaligus menyoroti dua persoalan lama umat: pendataan dan pendidikan agama.
Dewan Pembina PARAKHIN, Hasyim, mengatakan ajaran Nabi Kongzi yang berusia ribuan tahun tetap relevan sebagai pedoman hidup rukun, baik di keluarga maupun di masyarakat yang majemuk.
“Ini menjadi momentum bagi kita, khususnya umat Khonghucu, untuk senantiasa menjalankan nilai-nilai luhur yang sudah diajarkan sejak zaman dahulu. Ajaran luhur dari Nabi Kongzi ini sangat relevan sampai sekarang,” ujar Hasyim dikutip dari rri.co.id, Selasa (13/10).
Nilai itu, kata dia, sederhana tapi fundamental: menghormati orang tua, menghargai guru dan yang lebih tua, serta menjaga hubungan baik dengan sesama tanpa membedakan latar belakang. Kebajikan tidak cukup dihafal, tapi harus dipraktikkan sehari-hari.
Di balik itu, Hasyim menyoroti fakta di lapangan soal pendataan. Ia menyebut jumlah umat Khonghucu di data kependudukan belum akurat. Masih banyak warga yang dalam keseharian menjalankan ajaran Khonghucu, tapi di KTP tertulis agama Buddha.
“Banyak juga kita lihat KTP tertulis agama Buddha, tetapi sebenarnya mereka menjalankan ajaran-ajaran Khonghucu,” katanya.
Kondisi itu, menurutnya, warisan masa sebelum Reformasi, ketika pengakuan terhadap Khonghucu masih terbatas. Dampaknya, sebagian umat terpaksa mencantumkan Buddha di identitas kependudukan.
Karena itu, ia berharap ada pendataan yang lebih akurat agar pemerintah bisa menyusun kebijakan dan pelayanan keagamaan yang lebih tepat sasaran.
Dorong Pendidikan Agama Khonghucu di Sekolah
Persoalan lain yang disoroti adalah akses pendidikan agama. Hasyim mendorong pemerintah lebih aktif memastikan siswa beragama Khonghucu bisa mendapat pelajaran agama sesuai keyakinannya di sekolah.
“Kita dorong pemerintah untuk sesegera mungkin lebih aktif memberikan kesempatan kepada siswa-siswa kita yang beragama Khonghucu agar bisa mendapatkan pendidikan agama, khususnya agama Khonghucu,” ujarnya.
Penguatan data dan pendidikan, kata dia, harus berjalan beriringan agar pewarisan nilai-nilai ajaran kepada generasi muda bisa berjalan optimal.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Deli Serdang, Saripuddin Daulay, berharap peringatan ini bisa mempererat silaturahmi dan toleransi di Deli Serdang.
“Saya berharap dengan adanya kegiatan peringatan Hari Lahir Nabi Kongzi ini, khususnya umat Khonghucu di Deli Serdang dapat mempererat hubungan silaturahmi dan toleransi antarumat beragama,” ujarnya.
Menurutnya, pesan kemanusiaan Nabi Kongzi sangat tinggi dan relevan untuk semua umat beragama, terutama untuk membentuk moral generasi muda.
“Pesan dari Nabi Khonghucu ini mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat tinggi kepada kita semua, seluruh umat beragama,” katanya.
Ia menegaskan, kerukunan tidak cukup dibangun lewat slogan, tapi lewat tindakan nyata: menghormati hak setiap warga, memastikan pendataan yang adil, dan memenuhi hak pendidikan agama.
责任编辑:近复